BEASISWA DATA PRINT

6 Nov

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 dan 2012, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2013 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web http://www.beasiswadataprint.com !

Pendaftaran periode 1 : 1 Februari – 30 Juni 2013

Pengumuman                : 10 Juli 2013

 

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 31 Desember 2013

Pengumuman                : 13 Januari 2014

 

PERIODE

JUMLAH PENERIMA BEASISWA

@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000
Periode 1

50 orang

50 orang

150 orang

Periode 2

50 orang

50 orang

150 orang

Iklan

Cerpen

31 Mar

Neurajah

[Sumber: Aceh Independent, 11 Juni 2012]

 

Aku dan nek Minah lari untuk menyelamatkan diri. Aungan anjing menambah seramnya suasana malam, tapi tak ada pilihan kami harus menembus belantara hutan yang dipenuhi semak belukar. Nek Minah sudah kehabisan tenaga, dia tidak sanggup lagi berlari.

“sudahlah nak, nenek sudah ikhlas”

“tapi nek, nenek kan tidak bersalah” ucapku bujuk

“hanya Allah yang tau kebenarannya, nak” sahut nek Minah

Suara teriakan orang kampung mulai terdengar lagi, mereka tidak henti-hentinya mengejar aku dan Nek Minah. Nek Minah sudah tidak sanggup lagi berjalan alhasil aku harus menuntunnya. Dalam perjalanan terdengar suara azan isya dan nek Minah minta berhenti untuk menunaikan shalat di tengah hutan dengan menggunakan pelepah pinang. Aku tidak ikut shalat karena menjaga nek Minah. Aku takut kalau tiba-tiba nanti warga menyerang nek Minah.

***

Sebelumnya di rumah nek Minah

“tok, tok, assalamualaikum, nek Minah” warga mengetuk pintu rumah nek Minah

“walaikum salam, siapa ya?”

“saya nek, Abdullah”

“ooo, ada perlu apa ya nak?”

“nek, ibu saya teumamong dan ayah saya menyuruh nenek untuk Meurajahnya”

“baik nak, nanti nenek kesana.

Nek Minah langsung pergi kerumah pak Hasan untuk meurajah istrinya. Istri pak Hasan sakit parah, hari ini tubuhnya semacam dimasuki roh halus yang mengganggu ketenangan batinnya. Setibanya di rumah pak Hasan nek Minah langsung membacakan mantra-mantra atau kata-kata neurajah. Alhamdulillah berkat doa-doa dari ayat Al-Qur’an yang dibacakan nek Minah, roh halus yang ada dalam tubuh istri pak Hasan dapat dikeluarkan. Setelah selesai meurajah nek Minah minta izin pulang dan pak Hasan memberikan sedikit sembako untuk nek Minah. Nek Minah tidak menerima upah dari pekerjaannya sebagai tukang rajah, tapi warga kampung sudah terbiasa memberikan sembako kepada nek Minah setelah beliau selesai meurajah, sebab kalau diberikan upah dalam bentuk uang pasti ditolaknya. Pekerjaannya sebagai tukang rajah hanya sebagai pekerjaan sampingan saja, nek Minah kesehariannya bekerja sebagai pencari kayu bakar di hutan dekat rumahnya. Tidak tau mengapa nek Minah tidak mau bekerja yang lainnya, kondisinya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan menurutku tidak pantas lagi bekerja sebagai pencari kayu. Nek Minah pernah ditawarkan oleh salah satu warga untuk bekerja sebagai penjaga bayi dengan upah yang besar, tapi nek Minah tidak bersedia. Nek Minah tetap bersikeras untuk mencari kayu di hutan.

***

Aku bukan anak kandung nek Minah, tapi aku sudah tinggal dengan nek Minah semenjak ayah dan ibuku meninggal dunia ketika aku duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama. Memang aku anak yatim piatu tapi nek Minah sudah menganggapku seperti anak kandungnya. Sehari-hari aku ikut nek Minah untuk mencari kayu di hutan.

Hari ini aku dan nek Minah pergi ke pasar untuk membeli keperluan sehari-hari. Karena sudah kehabisan perlengkapan bahan makanan, nek Minah dan aku pergi kepasar. Ditengah perjalanan langkah kami terhenti, karena seorang pemuda memanggil nek Minah.

“nek, nek, nek Minah, tunggu nek!”

“ada apa nak?”

“nek, buk Hindun sakit parah, suaminya menyuruh nenek untuk meurajah buk Hindun”

“baik nak, nenek segera kesana”

Setelah selesai nek Minah meurajah, kami melanjutkan perjalanan menuju kepasar.

***

Tidak semua warga kampung menyukai nek Minah dan pekerjaannya, hingga tak jarang ada yang selalu memfitnah nek Minah tapi nenek tak menghiraukannya. Pada satu malam warga berbondong-bondong datang kerumah nek Minah. Di depan halaman rumah nek Minah mereka berteriak-teriak menuduh nek Minah sudah menyantet buk Hindun sehingga meningal dunia dengan mengenaskan.

“nek Minah, keluar sekarang juga dari rumahmu atau kami akan membakar rumahmu” ucap seorang warga.

Sepertinya amarah warga sudah tidak terbendung lagi, hatiku berkata ini pasti ada orang yang memfitnah nenek. Dengan kondisi yang terbatas aku tidak bisa berbuat banyak kalau keluar rumah pasti nenek dihajar oleh warga. Aku mengajak nenek untuk pergi sementara dari rumah, awalnya nek Minah tidak mau meninggalkan rumah karena nenek merasa tidak bersalah dan tidak pernah melakukan santet. Setelah aku menjelaskan semuanya pada nek Minah akhirnya beliau mau menuruti permintaanku. Aku dan nek Minah melarikan diri lewat pintu belakang. Ternyata dugaanku benar beberapa langkah kami meninggalkan rumah, warga yang tengah dilanda amarah membakar rumah nek Minah. Nek Minah berteriak histeris ketika melihat rumahnya dibakar, sehingga warga melihat keberadaanku dan nek Minah warga langsung mengejar kami.

***

Sewaktu nek Minah melaksanakan shalat warga tiba di tengah hutan dan mengepung aku dan nenek. Setelah lima belas menit sujud, ada yang aneh dengan nek Minah. Nenek tidak bangun lagi dari sujud shalatnya. Warga juga telah merasa kelelahan menunggunya. Aku juga merasa bingung sehingga aku menyentuh tubuh nek Minah, ternyata, innalillahiwainnailaihi rajiun nenek telah berpulang ke rahmatullah ketika beliau sujud menghadap Allah. Emosi warga yang tadinya dipenuhi amarah telah berubah menjadi air mata kesedihan dan berkata “Subhanallah” maha kuasa Allah. Setelah diselidiki pihak rumah sakit ternyata buk Hindun meninggal karena mengidap flu burung. Rasa menyesal timbul pada warga yang telah memfitnah nek Minah.

 

Cot Meutiwan,  Juni  2012

Mawardi

Mahasiswa FKIP PBSI ’10 Unsyiah alumni SMA 1 Lubuk Ingin Jaya

Bergiat di rampagoe (Komunitas Sastra)

PERPUSTAKAAN BUKU MAWARDI

17 Jun

No

Judul Buku

Pengarang

Penerbit

Sumber Dana

1

Analisis Bahasa

Samsuri

 

Pribadi

2

Morfologi : Suatu Tinjauan Deskriptif

Ramlan

CV Karyono

Pribadi

3

An Introduction to

English Morphology:

Words and Their

Structure

 

 

Pribadi

4

Dasar-Dasar Sastra

 

 

Pribadi

5

Kamus Linguistik

Harimurti Kridalaksana

Gramedia

Pribadi

6

Dasar-Dasar Komputer & Internet

Azwardi

Modul

Pribadi

7

Morfologi Bahasa Aceh

 

 

Pribadi

8

Sosiolinguistik : perkenalan awal

Abdul chaer

Rineka Cipta

Pribadi

9

Kristal-Kristal Ilmu Bahasa

 

 

Pribadi

10

Teori Sastra Kontemporari

Mana Sikana

 

Pribadi

11

Berbicara : sebagai suatu ketrampilan berbahasa

Hendry Guntur Tarigan

Angkasa Bandung

Pribadi

12

Pengkajian Cerita Fiksi

Herman J Waluyo

SMU Pers

Pribadi

13

Analisis Teks Sastra & Pengajarannya

Kinayati Djojosuroto

Penerbit Pustaka

Pribadi

14

Teori Pengkajian Fiksi

Burhan Nurgiyantoro

UGM Press

Pribadi

15

Sastera dan Ilmu Sastra

A Teuuw

Pustaka Jaya

Pribadi

16

Pedoman Umum EYD

Permendiknas

Permendiknas

Pribadi

17

Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia

Hasan Alwi dkk

Balai Pustaka

Pribadi

18

Anatomi Sastra

M. Atar Semi

Angkasa Raya

Pribadi

19

Fonologi

Armia

Modul

Pribadi

20

Studi Wacana Bahasa Indonesia

Syamsuddin AR dkk

Depart Pendd

Pribadi

21

Psikolinguistik Kajian Teoritik

Abdul Chaer

Rineka Cipta

Pribadi

22

Morfologi

Azwardi,

Modul

Pribadi

23

Kaidah Bahasa Aceh

wildan

Geuci

Pribadi

24

Psikolinguistik pengantar pemahamanBM

Soejono Dardjowidjojo

Yysan Obor Indo

Pribadi

25

Menulis

Hendry Guntur Tarigan

Angkasa Bandung

Pribadi

26

Psikologi Pendidikan

Sumadi Suryabrata

Rajawali Pers

Pribadi

27

Apresiasi Sastra Indonesia

E Kosasih

Nobel Edumedia

Pribadi

28

Membaca

Hendry Guntur Tarigan

Angkasa Bandung

Pribadi

29

Menyimak

Hendry Guntur Tarigan

Angkasa Bandung

Pribadi

30

3 dihati (antologi puisi)

D Kemalawati dkk

Lapena

Pribadi

31

Teori dan Apresiasi Puisi

Herman J Waluyo

Erlangga

Pribadi

32

Sintaksis

Rostina Taib

Modul

Pribadi

33

Seulusoh (novel)

D Keumalawati

Lapena

Pribadi

34

Drama : karya dalam dua dimensi

Hasanudin ws

Angkasa Bandung

Pribadi

35

Strategi Belajar Mengajar

 

Unsyiah

Pribadi

36

 Apresiasi Karya Sastra

 

 

Pribadi

37

 

 

 

 

38

 

 

 

 

Siplôh Tanda Kiamat

15 Apr
[sumber : Serambi Indonesia, 15 April 2012]
Dengön bismillah mulai kalam
Lôn pujoe Tuhan nyang maha kuasa
Rayeuk kuasa nyang peujeut alam
Cit sidroe Tuhan Allah ta’alaNibak kalinyoe lôn neuk ratôh
Tanda yang siplôh kiamat teuka
Nyoe kon rika kon haba nyang broeh
Tanda nyang siplôh lam Quran nyata

Tanda nyang keuphon nabi geusampoe
Ban sigom nanggroe jiteuka geumpa
Teuma keudua tanda geusampoe
Bansigom nanggroe ie raya teuka

Teuma nyang keulhèe wahé e gurè
Teumutông dum keudè gampông ngon banda
Haba teumutông mandum ka jithè
Banmandum keudè ka sama rata

Lanjut lom aduen tanda nyang keupeut
Prang jipeubuet hana jireuda
Prang saudara sabé jipeubuet
Sabe geumubuet prang syèdara

Tanda keulimong laén lom bago
Ban sigom nanggroe toko meubanja
Barang ngon harga hana jisato
Ji meukat keudroe kri nyang hawa

Jino takalön tanda nyang keunam
Meuleumpah seunang ureung lam donya
Jinoe ka kaya barokön gasin
Han lé meukuwin di  dalam tika

Tanda keu tujoh wahé dum apa
Dilèkön kaya jinoe ka papa
Tanda keulapan wahé e cut da
Ureueng meulumba ek haji teuka

Ram’e that ureueng nyang ék u haji
Tan paduli p’eng hareum atawa suci
Mungkén jih kaya meuseubab judi
Nibak kompeni diseumah gaki

Tanda sikureung hayeu lom macam
Inong ngon agam tan lé meubeda
Leupah that gura inong ngon agam
Ka sabé padan awaknyan dua

Inong sôk luweu agam panyang ok
Ka sabé anggôk ka sabé padra
Teuma di agam ka lagè jén jôk
Inong ka jisôk siluweu apa

Tanda keusiplôh nabi geusurat
Ubéna rakyat meularat cut da
Rakyat ban kam’eng lam uroe meuhat
Peumimpin rakyat lagè ban singa

Kasep keu ‘ohnoe riwayat lôn tuléh
Ulôn neuk jak éh malam ka jula
Dipat na cidra cae lon tuléh
Neutulông waréh peugah beusigra

Mawardi, mahasiswa FKIP PBSI ’10 Unsyiah

Hikayat Pilkada

9 Apr

[sumber: Harian Aceh, 08 April 2012]

 

Deungön bismillah mulai kalam

Nyang peujeut alam Allah Ta’ala

Pujoe keu Allah uroe ngön malam

Ka deungön  kalam atawa doa

 

Keu Nabi Muhammad saleum lÔn peu-ék

Seulawet peu-ék nibak rasul mulia

Pujoe Ambia cut bang ngön cut dek

Geu balah hai adek ‘oh dudoe teuma

 

AssalamualaikÔm kaÔm syèdara

Nyang na di banda atawa lam dusÔn

Jinoe trÔh ulÔn keuneuk calitra

Hikayat pilkada kaleuh lÔn susÔn

 

Musem pilkada jinoe trÔh teuka

Rakyat meupesta gamba meujak top

Gamba meujak top watèe pilkada

Bek piléh syedara piléh nyang meubobot

 

Anggota paslon jinoe that sibÔk

Jeut sagoe katrÔk gamba jipasang

Atauh bak mancang gamba pih katrÔk

DusÔn dalam lhÔk muka teupampang

 

Göt that le gamba meumacam ragam

Visi meumacam paslon meujanji

Ladom bre janji Aceh ukeu tentram

Uroe ngön malam peugah bak tivi

 

Rata jalan dum jipasang gamba

Sang that bangga keuneuk jeut pimpinan

Hana jiteupeu nyan mandum piasan donya

Göt that gura meunyoe ka lagèe nyan

 

Röt radio lom jipeugah

Pasti beureukah kalau pilih saya

Padahai droeteuh hana so papah

Meudum ie mirah hana geubÔh saka

 

Röt hikayat nyoe haba peuneugah

Menyoe na salah bèk neupeukröt muka

UlÔn tuannyoe deungoh haba ang’èn gah

Menyoe na salah bek lÔn neumita

 

Watèe pilkada meu-‘en beuadé

Bek na su budé dusÔn ngön banda

‘Oh jeut kepala tanyoe beuadé

Bek jimeupaké rakyat jeulata

 

Meumada ‘ohnoe haba lÔn rawè

Uroe ka akhè ulÔn neuk gisa

Menyoe na watèe laénjan mangat haté

Beuek trÔh sampé hikayat ulÔn ba

 

 

Mawardi

Cot Meutiwan,   April 2012

Hikayat Tuan Tsunami

8 Apr

[sumber : Harian Aceh, 08 April 2012]

Tuan kau hadir tanpa ketukan

Tanpa sapaan kaupun lancang

Tuan kau datang kala mentari belum berdendang

Dikala padang berhamburan ilalang

 

Kenapa kau tak membuat janji

Kalam ilahi tak kau surati

Sungguh hati ingin mencaci

Tuan tsunami  berlalu pergi

 

Apa yang hendak kau cari

Dari manusiawi yang penuh iri dengki

Apa yang hendak kau cari

Dari manusiawi yang berlumur noda dihati

 

Tuan, tidakkah engkau mengasihi

Ribuan umat ilahi tergeletak mati

Hanya karena kau tak mengabari

Kedatanganmu sungguh bak misteri ilahi

 

Wahai tuan tsunami

Apa kesalahan kami

Apa dosa anak-anak kami

Sehingga kau tega menghampiri

 

Tuan, tidak kah engkau mengetahui

Betapa hati bak teriris duri

Saat  goncangan ilahi Menyapa bumi

“Allahu Akbar “ terucap sepenjuru negeri

 

Tuan, tidakkah kau dengar seruan kami

Memuji ilahi dikala goncangan menyapa bumi

Tuan, tidakkah kau lihat air mata di pipi

Menangisi gertakan ilahi yang menyapa bumi

 

Tuan, sungguh kehadiranmu kami benci

Kami caci kedatanganmu kami murkai

Tapi ucap ini hanya sebatas doa kami

Dengan harapan engkau tidak pernah kembali

Mawardi

Cot Mentiwan, 20 desember 2011

Hikayat Koh Padé 2

1 Apr

[sumber: Harian Aceh, 01 April 2012]

Deungon bismillah lôn mulai kalam

Lôn pujo tuhan nyang peujeut donya

Hana tuwoe cit salaweut salam

Akan janjungan rasul ambia

Teuma kalinyan haba lon rawé

Bhah koh pade bahagian sa

Lon sambong haba bhah koh padé

Teuma kaliunyoe bahagian dua

Musem koh padé jino ka teuka

Leupah geumbira aduen ngon cut po

Sithon sampoe  pade geujaga

Jino pot laba keunek jak publo

Cut po minah tume sinaléh

Di cut po blah deh tume sigunca

Keu ureung yang lho ka meudum naléh

Bah sikhan naleh yang penteng na

Bhah koh pade jino lôn peukleh

Jino lôn cukèh masalah petani

Bhah koh padé hana lôn puwèh

Jino meusahèh laén lôn rawi

Keu bapak waki yang mat jabatan

Bideung pertanian bhah peutani

Beuneutem brè i ngon bantuan

Bèk sabé konsultan yang jak safari

Neutron langsông keuno u desa

Jak kalön nyata naseb peutani

Lam uroe tarek geuilah daya

Jak bantu Negara bek sampe rugi

Beuneutem dengoe harapan kamoe

Tan meulake lumo atawa rusa

Jino ka habeh harapan kamoe

Beuneutem bantu pupok ngon baja

Alhamdulillah pujo ke allah

Nyang maha murah ngon bijaksana

Haba ka abeh poma ngon ayah

Lon lake meu-‘ah pat na nyang cidra

Boh mamplam putik talhap ngon sira

Nyoe I u muda jampu ngon soda

Meunyoe na salah meu-‘ah beusigra

Bek sampoe desya tanyoe syedara

Cot Meutiwan,   Oktober  2011

Mawardi